Pengaruh Baby Sitter Terhadap Psikologi Anak

psikologi anak

Bagaimanakah cara tepat dalam mendidik psikologi anak?

Dear Career Women,

“It’s not enough to love the children, it is necessary that they are aware that they are loved”

-John Bosco-

Setelah deklarasi emansipasi wanita diumumkan, maka banyak pula wanita yang mengoptimalkan potensinya dalam dunia kerja. Tak bisa dipungkiri pula bahwa, wanita karir yang memiliki buah hati ini pun akhirnya membutuhkan bantuan seorang Baby sitter untuk merawat sang buah hati.

 Apakah Bunda termasuk di dalamnya?

Jika iya, maka yang perlu digaris bawahi oleh Bunda yaitu bahwa fungsi baby sitter adalah sebagai asisten Bunda dalam bertugas sebagai Ibu.

Bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisiknya saja, tetapi anak juga harus dipenuhi kebutuhan psikologisnya oleh orang-orang disekitarnya.

Yang anak butuhkan bukan hanya makan, minum dan mandi saja bukan? Anak juga membutuhkan kasih sayang, rasa aman dan kenyamanan.

Maka jika Bunda menggunakan jasa baby sitter, pilihlah seseorang yang memiliki rasa kasih sayang, dan penting bagi Bunda untuk menyeleksi calon baby sitter yang akan merawat buah hati Bunda.

Penting bagi Bunda untuk memberi tahu sang baby sitter tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, apa yang harus dan yang tidak perlu dilakukan oleh baby sitter.

Jangan sampai anak merasa tidak diperdulikan, atau dalam ilmu psikologi anak disebut Insecure Attachment.

Meski begitu orangtua juga harus senantiasa menjaga kualitas interaksi dengan si Kecil, perlu diingat bahwa baby sitter adalah asisten dan bukan pengganti Bunda. Sempatkanlah berinteraksi dengan anak sesering mungkin ketika ada waktu luang.

Jika Bunda terlalu sibuk maka setidaknya catatlah perkembangan si Kecil, atau mintalah baby sitter untuk membuat daily activity untuk menceritakan apa saja kegiatan dan perkembangan anak.

HAL-HAL YANG HARUS DIPAHAMI DARI

PSIKOLOGI ANAK

Dalam memahami psikologi anak setidaknya ada 3 tahapan tumbuh kembangnya, antara lain:

1) Tumbuh Kembang Fisik

Meskipun faktor genetik menjadi fondasi dasar dalam pertumbuh-kembangan anak, namun stimulasi dari lingkungan sekitar juga berpengaruh. Ketika anak berada pada usia emas atau golden age yaitu 0-5 tahun, penting sekali untuk memberikan baby sitter sebagai contoh yang baik pula.

Masa balita adalah masa emas bagi kecerdasan anak, terdapat lebih dari 100 milyar sel otak pada anak namun tak semua sel itu berkembang dengan sempurna, tergantung pada stimulasi yang diterima.

Anggap saja pada masa ini adalah masa pembentukan habbits pada anak, karena stimulasi pada tahap ini akan berpengaruh pada pola berfikirnya hingga dewasa.

2)Tumbuh Kembang Kognitif

Dalam tahap pertumbuhan ini anak mulai berfikir abstrak, telah memiliki kemampuan untuk berimajinasi. Tak heran pula pada masa ini anak akan lebih sering bertanya ‘mengapa?’ .

Nah, Bunda harus mampu menjawab pertanyaan itu dengan bahasa yang mudah dipahami anak sehingga anak tidak merasa kecewa.

Sampaikan pula hal itu kepada baby sitter, dan apabila baby sitter tidak mampu menjawab pertanyaan dari si Kecil maka lebih baik katakan “Nanti kita tanyakan ke Bunda ya…” daripada menjawab tidak tahu.

Begitupun jika Bunda tidak tahu maka cari tahulah atau ajak anak mencari tahu bersama-sama. Karena ini adalah kesempatan emas untuk melatih kecerdasan anak.

3)Tumbuh Kembang Sosial

Hal yang pertama kali dipelajari anak dalam masa ini adalah kemampuan bahasa. Bahasa anak cenderung meniru bahasa yang sering didengarnya sehari-hari, entah itu dialek, gaya bahasa maupun jenis bahasa itu sendiri.

Hindari menggunakan kata-kata tidak pantas saat bersama anak karena anak akan cepat sekali meniru.

Memilihkan baby sitter dengan bahasa yang santun merupakan keputusan bijak yang harus dilakukan, mengingat jika Bunda bekerja maka sehari-hari anak menghabiskan banyak waktu bersama baby sitter.

Kecerdasan emosional juga perlu mendapat perhatian lebih, anak cenderung mencontoh apa yang dilihatnya atau yang dirasakannya.

Hardikan dan teriakan bukanlah hal yang tepat untuk mendidik anak, hal itu justru akan menimbulkan trauma dimasa depan, entah itu trauma fisik maupun trauma verbal yang berpengaruh kepada kepercayaan diri seorang anak.

Kesimpulannya adalah, jika Bunda menggunakan jasa baby sitter maka Bunda harus memilih baby sitter secara teliti dan dari yayasan terpercaya pula.

Bunda juga harus mampu mengarahkan baby sitter dengan pola asuh Bunda, sehingga baby sitter benar-benar menjadi partner Bunda dalam mendidik anak.

Oleh: Admin Yayasan Buah Hati Permataku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *